Selasa, 18 Oktober 2016

Hubungannya Planner dengan Komunikasi dan Peta serta Software yang Digunakan Oleh Planner


Welcome To My Blog
Maulana Wahid PWK ITK 2016
KOMUNIKASI


Apa sih itu komunikasi ? Komunikasi merupakan sarana dalam penyampaian informasi kepada orang lain. Dimana manusia yang sebagai makhluk sosial, manusia selalu bergantung satu sama lain, karena itulah manusia melakukan komunikasi. baik antar individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Sehingga Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan melakukan pertukaran informasi, gagasan dan perasaan dimana yang terlibat, menciptakan dan berbagi informasi satu sama lain untuk mencapai saling pengertian.


          Komunikasi terdapat beberapa jenis yaitu, Komunikasi berdasarkan cara penyampaiannnya ada 2 yaitu komunikasi komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal merupakan, bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral) yang mencakup aspek-aspek seperti vocabulary, racing(kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu yang tepat) dan komunikasi non verbal merupakan komunikasi selain komunikasi verbal, dapat berupa bahasa isyarat, ekspresi, symbol-symbol, warna dan intonasi suara. Dari komunikasi ini orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai macam perasaan orang lain. Lalu ada komunikasi berdasarkan menurut kelangsungannya ada 2 yaitu, komunikasi Langsung yang dilakukan lagsung dengan tatap muka tanpa perantara/ media, menggunakan bahasa lisan. Contohnya seperti dialog, konsultasi. Komunikasi tidak langsung yaitu komunikasi yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga/ komunikasi. Contohnya seperti telepon, chatting, SMS. Setelah itu ada juga komunikasi berdasarkan perilaku ada 3 yaitu komunikasi formal yang dilakukan antar anggota organisasi, memiliki prosedur yang telah ditentukan, menggunakan bahasa resmi. Contonya seperti rapat kerja, seminar, konferensi. Komunikasi Informal yang tidak memiliki prosedur khusus, menggunakan bahasa keakraban dan lebih bersifat pribadi tetapi tetap menjaga hubungan sosial dalam kelompok. Komunikasi nonformal yaitu pencampuran formal dan informal, menggunakan bahasa keseharian yang santai namun serius, dan menjaga hubungan sosial dalam kelompok. 

          Komunikasi menurut beberapa para ahli di antaranya, yaitu Raymond Ross Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator. Lalu menurut Gerald R. Miller Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka. Dan menurut Carl I. Hovland Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain. Maka dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.



Dalam bidang perencanaan, komunikasi yang di gunakan diantaranya adalah komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi visual. Komunikasi lisan dalam bidang perencanaan biasanya digunakan planner pada saat melakukan interaksi kepada masyarakat untuk menjelaskan aspek apa saja yang ingin di sampaikan untuk mencapai sebuah tujuan dimana semua orang mengerti apa yang kita jelaskan disaat kita ingin menjelaskan sebuah produk perencanaan kita. Komunikasi tertulis dalam bidang perencanaan digunakan saat mengirimkan pesan berbentuk email yang memuat informasi berupa data-data yang diperlukan serta pengumpulan data-data yang telah diperoleh disaat ingin merencanakan sebuah produk perencanaan dan komunikasi visual dalam bidang perencanaan biasanya digunakaan saat planner melakukan presentasi dan promosi dari sebuah peta.

PETA

          Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas. 

          Namun ada beberapa pengertian peta menurut beberapa para ahli. Menurut Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas. Lalu menurut Soetarjo Soerjosumarmo  Peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar. Dan menurut Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

Maka dapat disimpulkan bahwa peta merupakan bidang datar dan obyek yang digambarkan pada peta umumnya terletak pada permukaan bumi, sehingga digunakan skala dan sistem proyeksi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.


Gambar Peta Indonesia lengkap dengan Legenda
 

          Peta memiliki berbagai macam pengelompokan yang menjadi beberapa jenis, di antaranya berdasarkan sumber datanya, isi yang disajikan dan ukuran skalanya.

1. Berdasarkan Sumber Datanya, peta dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu,
Peta Induk (Basic Map) yang merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk dapat digunakan sebagai dasar pembuatan dari peta topografi dan menjadi dasar dari pembuatan peta-peta lainnya. Sedangkan peta Turunan (Derived Map) merupakan peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta jenis ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.

2. Berdasarkan Isi Data yang Disajikan, peta di bagi dua golongan, yaitu
Peta Umum, merupakan peta yang menggambarkan semua topografi di permukaan bumi seperti unsur alam (sungai, danau), unsur buatan manusia (jembatan, jalan dll) maupun bentuk permukaan bumi (gunung, lembah). Peta umum dapat kita bedakan menjadi tiga macam yakni, pertama peta Topografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Adapun penggambaran relief permukaan bumi ke dalam bentuk peta digambarkan dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memaknai garis kontur, diantaranya bahwa jika semakin rapat jarak antar garis kontur menunjukkan bahwa daerah tersebut semakin curam. Serta bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, maka ini menunjukkan bahwa di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah. Lalu yang kedua adalah Peta Chorografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Biasanya peta jenis ini menggunakan skala sedang dan hanya menggambarkan sebagian dari permukaan bumi. Contoh peta jenis ini adalah atlas. Dan yang terakhir Peta Dunia merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara luas dengan menggunakan skala kecil. Selain peta umum ada lagi jenis peta selanjutnya, yaitu Peta Tematik merupakan peta yang menggambarkan informasi dengan tema-tema tertentu/khusus. Misalnya peta geologi, peta kepadatan penduduk, peta tempat-tempat wisata dll.
 

Gambar Peta Dunia

Gambar Peta Tematik Berdasarkan Tingkat Kemiskinan Penduduk


3. Berdasarkan Skalanya, dapat dibagi jenis-jenis peta menjadi beberapa jenis antara lain. Peta Kadaster/Peta Teknik, Peta ini mempunyai skala sangat besar yakni antara 1 : 100 – 1 : 5000. Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air dll. Lalu selanjutnya Peta Skala Besar, peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan suatu wilayah. Ketiga Peta Skala Sedang dimana peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000. Lalu yang keempat Peta Skala Kecil, peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000. Dan terakhir Peta Geografi/Peta Dunia yang dimana peta ini mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Dari pembagian jenis peta yang berdasarkan skala seperti diatas tadi. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil skalanya, maka cakupan wilayahnya akan semakin luas. Nah dalam pembuatan peta, pengetahuan tentang skala sangat penting dan tentunya disesuaikan dengan seberapa besar wilayah yang akan dibuat dan seberapa besar kertas yang akan kita pakai untuk menggambarkan wilayahnya.


          Dari penjelasan dan beberapa jenis peta yang udah dijelskan diatas tadi, didalam peta pun terdapat unsur-unsur yang menunjang peta tersebut bisa dianggap menjadi sebuah peta, yaitu judul peta yang mencerminkan isi dan tipe peta dan menunjukkan daerah yang digambarkan. Lalu ada orientasi peta berbentuk gambar penunjuk arah mata angin umumnya peta berorientasi utara. Setelah itu, skala angka yaitu perbandingan antara jarak di peta dengan jarak yang sebenarnya. Didalam skala ini dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya pertama skala angka/numerik, misalnya skala peta  1: 200.000. Kedua skala garis/grafik, skala garis linier dengan perbandingan pada setiap ruasnya. Dan yang ketiga skala kalimat/verbal yang merupakan skala yang menggunakan kalimat baku sebagai pentunjuk skala. Contoh : 1 mil per inch. Setelah skala, ada unsur selanjutnya yang harus ada dalam peta, yaitu legenda merupakan penjelasan tentang simbol-simbol yang terdapat pada peta. Garis koordinat merupakan letak astronomi suatu tempat dan biasanya terdiri dari garis bujur dan garis lintang. Lalu ada juga Lattering (tata tulis) terdiri dari tata tulis tulisan dan angka, obyek daratan ditulis dengan huruf tegak , obyek perairan ditulis dengan huruf miring. Unsur yang penting selanjutnya, sumber dan tahun pembuatan. Unsur lainnya yaitu Inset yaitu Peta kecil yang berfungsi memberikan tekanan atau penjelasan pada peta utama, lalu ada juga garis tepi, tata warna untuk Membedakan tinggi rendahnya suatu daerah dan kedalaman laut, memberikan kualitas dan kuantitas peta, keindahan ( estetika). Dan unsur terakhir yaitu, simbol yang merupakan tanda atau lambang yang mewakili obyek di permukaan bumi yang terdapat pada peta.


Gambar Peta Lengkap dengan Unsur-unsurnya


         
          Peta juga digunakan untuk sebuah produk perencanaan, diantaranya untuk tingkat provinsi meliputi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi(RTRP), Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi(RTRKSP). Untuk tingkat kabupaten kabupaten/kota diantaranya meliputi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK/K), Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten/Kota(RTRKSK/K), Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota(RDTRK/K). Dan khusus untuk kota besar/metropolitan diantaranya, Rencana Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan (RSTRKPM), Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RUTRKP), Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP), dan Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan (RTRKP).
          Dari produk-produk perencanaan yang telah disebutkan diatas tadi, perbedaannya yaitu visualisasinya yang berbeda antara produk perencanaan satu sama lain. Serta perbedaan pengkhususannya, karena jika produk perencanaan untuk tingkat Provinsi maka produk tersebut haruslah untuk tingkat provinsi dan begitulah seterusnya. Untuk tingkat Kabupaten/Kota maka untuk produk perencanaan Kabupaten/Kota dan untuk tingkat Metropolitan maka akan dikhususkan untuk produk perencanaan tingkat Kota Metropolitan.
Gambar Produk Perencanaan tingkat Kota Metropolitan
 


          Disaat para ‘Planner’ menyusun suatu produk perencanaan. Ada hal pentng yang harus di ingat seorang planner, yaitu masyarakat. Karena sosialisasi kepada masyarakat sangatlah dibutuhkan, sebab suatu produk perencanaan itu harus bisa sejalan dengan masyarakat dan salah satu aspek terpenting dalam penyusunan produk perencanaan, yaitu masyarakat harus mengetahui serta memahami gambaran visual sebuah produk perencanaan yang akan dibuat agar perencanaan ini bisa dilaksanakan. Mengapa seorang Planner harus mengetahui latar belakang masyarakat? Karena latar belakang yang beragam tersebutlah serta kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai suatu produk perencanaan maka ini menjadi sebuah tantangan sendiri untuk seorang planner. Karena itulah seorang Planner harus mampu berfikir kreatif dan imajinatif agar informasi yang ingin disampaikan seorang planner bisa cepat dipahami dan dimengerti oleh masyarakat tersebut. Karena itulah, produk perencanaan bukan hanya sebuah peta. Bahkan masih banyak jenis lainnya yang diantaranya, sketsa, poster, iklan, bahkan hingga sebuah peta 3 dimensi yang bisa lebih mudah mempresentasikan dari produk perencaan yang sesungguhnya. Kesimpulannya, bahwa seorang Planner harus kreatif karena sebuah produk perencanaan diperuntukkan kepada masyarakat, sebab itulah seorang plnner harus bisa mempresentasikan sebuah produk perencanaan tersebut bisa dimengerti dan dipahami oleh masyarakat itu.

           Dalam proses pembuatan produk perencanaan pastinya ada beberapa software penunjang yang akan digunakan dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan tersebut. Apa saja software yang digunakan dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan ? Yang pertama adalah ArcGIS. ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing). ArcGIS yang digunakan disini adalah ArcGIS 10.1 atau 10.2 . Jadi fungsi ArcGIS dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan adalah untuk pemetaan suatu daerah. Dalam ArcGIS ini software yang paling sering digunakan adalah ArcMap yang merupakan software utama untuk kebanyakan proses GIS dan pemetaan dengan komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk visualisasi, membangun database spasial yang baru, memilih (query), editing, menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan akhir dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcMap diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing), presenting result, customizing data dan programming.
 Gambar Penggunaan ArcGIS dalam Visualisasi Perencanaan
Lalu yang kedua adalah AutoCad yang merupakan program aplikasi yang digunakan untuk bidang Computer Aided Desing/Drafting (CAD). Kecepatan dan kemudahan membuat atau memodifikasi obyek gambar dengan memnggunakan AutoCAD merupakan keunggulan utama daripada melakukannya dengan cara manual. Karena kemudahannya dalam memodifikasi suatu obyek gambar, maka sangat cocok jika disaat merancang sebuah produk perencanaan Autocad sangat tepat digunakan disaat seorang planner ingin menglayout wilayah tempat yang ingin dibangun tersebut. Banyaknya fitur-fitur yang mendukung inilah, para Planner biasanya sebelum ia menggunakan software ArcGIS, mereka terlebih dahulu menggunakan Autocad untuk menglayout wilayah tersebut. Jika disini Autocad yang digunakan adalah Autocad 2009. Lalu ada Sketchup yang merupakan salah satu dari sekian banyak software yang berfungsi untuk membuat gambar 3D (3 dimensi). Sketchup dapat digunakan oleh praktisi-praktisi dibidang arsitektur, sipil, pembuat film, pengembang game, desainer grafis, bahkan ilustrator untuk menciptakan gambar 3d sesuai kebutuhan. Perbedaan SketchUp dibanding software-software 3D lain adalah user friendly, artinya SketchUp didesain familiar dan mudah digunakan oleh siapapun tanpa harus menguasai teknik-teknik yang rumit dan penuh perhitungan. Keunggulan lain adalah output yang dapat dihasilkan SketchUp dapat kita ubah menjadi beraneka ragam karakter gambar. Mulai dari gambar 2D vector, 3D realistis, ataupun gambar yang sangat menyerupai sketsa tangan. Sebab itulah mengapa planner menggunakan Sketchup, karena disaat seorang Planner telah selesai membuat layouting di Autocad, lalu memasukkan data di ArcGIS dan langkah selanjutnya adalah membuat peta tersebut nampak seperti 3D (dimensi). Agar bisa dilihat daerah yang ingin dikembangkan tersebut dapat dilihat disemua sudut pandang. Itulah mengapa Sketchup juga sangat penting untuk para planner.  Dan yang terakhir adalah CorelDraw dimana fungsinya adalah sebuah software yang melakukan editing pada garis vektor. Corel draw memiliki kegunaan untuk mengolah gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan dalam bidang publikasi atau percetakan ataupun pekerjaan di bidang lain yang membutuhkan proses visualisasi. Fungsi CorelDraw disini adalah untuk para Planner mendesain poster perencanaan mereka. Karena langkah terakhir para planner untuk mempromosikan produk pengembangannya salah satunya lewat poster. Didalam CorelDraw inilah para Planner bisa mendesain sebuah poster yang menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Didalam sebuah poster haruslah mencakup semua aspek yang pernah kita buat sebelumnya. Hingga menjadi sebuah produk perencanaan.
 Gambar Poster Hasil Produk Perencanaan

           

          Itulah sekiranya yang bisa saya ungkapin dalam blog saya ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan artikel ini. Terima Kasih udah mengunjungi Blog Saya. Sampai jumpa dilain Waktu. See Ya  ^_^    ^_^





Sumber Referensi :

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar