Welcome To My Blog
Maulana Wahid PWK ITK 2016
KOMUNIKASI
Apa sih itu komunikasi ? Komunikasi merupakan
sarana dalam penyampaian informasi kepada orang lain. Dimana manusia yang
sebagai makhluk sosial, manusia selalu bergantung satu sama lain, karena itulah
manusia melakukan komunikasi. baik antar individu dengan kelompok, atau antar
kelompok. Sehingga Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau
beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan
menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan melakukan pertukaran
informasi, gagasan dan perasaan dimana yang terlibat, menciptakan dan berbagi
informasi satu sama lain untuk mencapai saling pengertian.
Komunikasi terdapat beberapa
jenis yaitu, Komunikasi berdasarkan cara penyampaiannnya ada 2 yaitu komunikasi
komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi
verbal merupakan, bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada
komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral) yang mencakup
aspek-aspek seperti vocabulary, racing(kecepatan), intonasi suara, humor,
singkat dan jelas, timing (waktu yang tepat) dan komunikasi non verbal
merupakan komunikasi selain komunikasi verbal, dapat berupa bahasa isyarat,
ekspresi, symbol-symbol, warna dan intonasi suara. Dari komunikasi ini orang
bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai macam perasaan orang lain. Lalu ada komunikasi
berdasarkan menurut kelangsungannya ada 2 yaitu, komunikasi Langsung yang
dilakukan lagsung dengan tatap muka tanpa perantara/ media, menggunakan bahasa
lisan. Contohnya seperti dialog, konsultasi. Komunikasi tidak langsung
yaitu komunikasi yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga/ komunikasi.
Contohnya seperti telepon, chatting, SMS. Setelah itu ada juga komunikasi
berdasarkan perilaku ada 3 yaitu komunikasi formal yang dilakukan
antar anggota organisasi, memiliki prosedur yang telah ditentukan, menggunakan
bahasa resmi. Contonya seperti rapat kerja, seminar, konferensi. Komunikasi
Informal yang tidak memiliki prosedur khusus, menggunakan bahasa
keakraban dan lebih bersifat pribadi tetapi tetap menjaga hubungan sosial dalam
kelompok. Komunikasi nonformal yaitu pencampuran formal dan informal,
menggunakan bahasa keseharian yang santai namun serius, dan menjaga hubungan
sosial dalam kelompok.
Komunikasi menurut beberapa para ahli di antaranya, yaitu Raymond Ross Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman
simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan
respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan
oleh komunikator. Lalu menurut Gerald R. Miller Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka. Dan menurut Carl I. Hovland Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang
menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal)
untuk mengubah perilaku orang lain. Maka dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.
Dalam bidang perencanaan,
komunikasi yang di gunakan diantaranya adalah komunikasi
lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi visual. Komunikasi
lisan dalam bidang perencanaan biasanya digunakan planner pada saat
melakukan interaksi kepada masyarakat untuk menjelaskan aspek apa saja
yang ingin di sampaikan untuk mencapai sebuah tujuan dimana semua orang
mengerti apa yang kita jelaskan disaat kita ingin menjelaskan sebuah produk perencanaan kita. Komunikasi tertulis dalam
bidang perencanaan digunakan saat mengirimkan pesan berbentuk email
yang memuat informasi berupa data-data yang diperlukan serta pengumpulan
data-data yang telah diperoleh disaat ingin merencanakan sebuah produk perencanaan dan komunikasi
visual dalam bidang perencanaan biasanya digunakaan saat planner
melakukan presentasi dan promosi dari sebuah peta.
PETA
Peta adalah gambaran
permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem
proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta
konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah
peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup
meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian
permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala
tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga
dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta
mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan
yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Peta
Namun ada beberapa pengertian peta menurut beberapa para ahli. Menurut Erwin Raisz (1948) Peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang
diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas,
dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas. Lalu menurut Soetarjo Soerjosumarmo Peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan
bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau
kadar. Dan menurut Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.
Maka dapat disimpulkan bahwa peta merupakan bidang datar dan obyek yang digambarkan pada peta
umumnya terletak pada permukaan bumi, sehingga digunakan skala dan
sistem proyeksi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
Gambar Peta
Indonesia lengkap dengan Legenda
Peta memiliki berbagai macam pengelompokan yang menjadi beberapa jenis, di antaranya berdasarkan sumber datanya, isi yang disajikan dan ukuran skalanya.
1. Berdasarkan
Sumber Datanya, peta dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu,
Peta Induk (Basic Map) yang merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk dapat digunakan sebagai dasar pembuatan dari peta topografi dan menjadi dasar dari pembuatan peta-peta lainnya. Sedangkan peta Turunan (Derived Map) merupakan peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta jenis ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.
Peta Induk (Basic Map) yang merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk dapat digunakan sebagai dasar pembuatan dari peta topografi dan menjadi dasar dari pembuatan peta-peta lainnya. Sedangkan peta Turunan (Derived Map) merupakan peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta jenis ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar.
2. Berdasarkan
Isi Data yang Disajikan, peta di bagi dua golongan, yaitu
Peta Umum, merupakan peta yang menggambarkan semua topografi di permukaan bumi seperti unsur alam (sungai, danau), unsur buatan manusia (jembatan, jalan dll) maupun bentuk permukaan bumi (gunung, lembah). Peta umum dapat kita bedakan menjadi tiga macam yakni, pertama peta Topografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Adapun penggambaran relief permukaan bumi ke dalam bentuk peta digambarkan dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memaknai garis kontur, diantaranya bahwa jika semakin rapat jarak antar garis kontur menunjukkan bahwa daerah tersebut semakin curam. Serta bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, maka ini menunjukkan bahwa di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah. Lalu yang kedua adalah Peta Chorografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Biasanya peta jenis ini menggunakan skala sedang dan hanya menggambarkan sebagian dari permukaan bumi. Contoh peta jenis ini adalah atlas. Dan yang terakhir Peta Dunia merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara luas dengan menggunakan skala kecil. Selain peta umum ada lagi jenis peta selanjutnya, yaitu Peta Tematik merupakan peta yang menggambarkan informasi dengan tema-tema tertentu/khusus. Misalnya peta geologi, peta kepadatan penduduk, peta tempat-tempat wisata dll.
Peta Umum, merupakan peta yang menggambarkan semua topografi di permukaan bumi seperti unsur alam (sungai, danau), unsur buatan manusia (jembatan, jalan dll) maupun bentuk permukaan bumi (gunung, lembah). Peta umum dapat kita bedakan menjadi tiga macam yakni, pertama peta Topografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Adapun penggambaran relief permukaan bumi ke dalam bentuk peta digambarkan dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memaknai garis kontur, diantaranya bahwa jika semakin rapat jarak antar garis kontur menunjukkan bahwa daerah tersebut semakin curam. Serta bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, maka ini menunjukkan bahwa di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah. Lalu yang kedua adalah Peta Chorografi merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Biasanya peta jenis ini menggunakan skala sedang dan hanya menggambarkan sebagian dari permukaan bumi. Contoh peta jenis ini adalah atlas. Dan yang terakhir Peta Dunia merupakan peta yang menggambarkan permukaan bumi secara luas dengan menggunakan skala kecil. Selain peta umum ada lagi jenis peta selanjutnya, yaitu Peta Tematik merupakan peta yang menggambarkan informasi dengan tema-tema tertentu/khusus. Misalnya peta geologi, peta kepadatan penduduk, peta tempat-tempat wisata dll.
Gambar Peta
Dunia
Gambar Peta Tematik Berdasarkan Tingkat Kemiskinan Penduduk
3. Berdasarkan Skalanya, dapat dibagi jenis-jenis peta menjadi beberapa jenis antara lain. Peta Kadaster/Peta Teknik, Peta ini mempunyai skala sangat besar
yakni antara 1 : 100 – 1 : 5000. Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak
digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan,
jaringan air dll. Lalu selanjutnya Peta Skala Besar, peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai
1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan suatu wilayah. Ketiga Peta Skala Sedang dimana peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000
sampai 1 : 500.000. Lalu yang keempat Peta Skala Kecil, peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000
sampai 1 : 1.000.000. Dan terakhir Peta Geografi/Peta Dunia yang dimana peta ini mempunyai skala lebih kecil dari
1 : 1.000.000. Dari pembagian jenis peta yang berdasarkan skala seperti diatas tadi. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin kecil
skalanya, maka cakupan wilayahnya akan semakin luas. Nah dalam pembuatan peta,
pengetahuan tentang skala sangat penting dan tentunya disesuaikan dengan
seberapa besar wilayah yang akan dibuat dan seberapa besar kertas yang akan
kita pakai untuk menggambarkan wilayahnya.
Dari penjelasan dan beberapa jenis peta yang udah dijelskan diatas tadi, didalam peta pun terdapat unsur-unsur
yang menunjang peta tersebut bisa dianggap menjadi sebuah peta, yaitu judul peta yang mencerminkan isi dan tipe peta
dan menunjukkan daerah yang digambarkan. Lalu ada orientasi peta berbentuk gambar penunjuk arah
mata angin umumnya peta berorientasi utara. Setelah itu, skala angka yaitu perbandingan antara jarak di
peta dengan jarak yang sebenarnya. Didalam skala ini dibagi menjadi tiga jenis, diantaranya pertama skala angka/numerik, misalnya skala peta 1: 200.000. Kedua skala garis/grafik, skala garis linier dengan
perbandingan pada setiap ruasnya. Dan yang ketiga skala kalimat/verbal yang merupakan skala yang menggunakan
kalimat baku sebagai pentunjuk skala. Contoh : 1 mil per inch. Setelah skala, ada unsur selanjutnya yang harus ada dalam peta, yaitu legenda merupakan penjelasan tentang
simbol-simbol yang terdapat pada peta. Garis koordinat merupakan letak astronomi suatu
tempat dan biasanya terdiri dari garis bujur dan garis lintang. Lalu ada juga Lattering (tata tulis) terdiri dari tata tulis
tulisan dan angka, obyek daratan ditulis dengan huruf tegak , obyek perairan
ditulis dengan huruf miring. Unsur yang penting selanjutnya, sumber dan tahun pembuatan. Unsur lainnya yaitu Inset yaitu Peta kecil yang berfungsi memberikan
tekanan atau penjelasan pada peta utama, lalu ada juga garis tepi, tata warna untuk Membedakan tinggi rendahnya
suatu daerah dan kedalaman laut, memberikan kualitas dan kuantitas peta, keindahan ( estetika). Dan unsur terakhir yaitu, simbol yang merupakan tanda atau lambang yang mewakili
obyek di permukaan bumi yang terdapat pada peta.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Peta
Gambar Peta
Lengkap dengan Unsur-unsurnya
Peta juga digunakan untuk sebuah produk perencanaan, diantaranya untuk tingkat provinsi meliputi
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi(RTRP), Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis
Provinsi(RTRKSP). Untuk tingkat kabupaten kabupaten/kota diantaranya meliputi
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK/K), Rencana Tata Ruang Kawasan
Strategis Kabupaten/Kota(RTRKSK/K), Rencana Detail Tata Ruang
Kabupaten/Kota(RDTRK/K). Dan khusus untuk kota besar/metropolitan diantaranya, Rencana
Struktur Tata Ruang Kawasan Perkotaan Metropolitan (RSTRKPM), Rencana Umum Tata
Ruang Kawasan Perkotaan (RUTRKP), Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan
(RDTRKP), dan Rencana Teknik Ruang Kawasan Perkotaan (RTRKP).
Dari produk-produk perencanaan yang telah disebutkan diatas tadi, perbedaannya yaitu visualisasinya yang berbeda antara produk perencanaan satu sama lain. Serta perbedaan pengkhususannya, karena jika produk perencanaan untuk tingkat Provinsi maka produk tersebut haruslah untuk tingkat provinsi dan begitulah seterusnya. Untuk tingkat Kabupaten/Kota maka untuk produk perencanaan Kabupaten/Kota dan untuk tingkat Metropolitan maka akan dikhususkan untuk produk perencanaan tingkat Kota Metropolitan.
Gambar Produk Perencanaan tingkat Kota Metropolitan
Sumber : http://www.radarplanologi.com/2015/11/hierarki-produk-perencanaan-tata-ruang-di-Indonesia.html
Disaat para ‘Planner’ menyusun suatu produk perencanaan. Ada
hal pentng yang harus di ingat seorang planner, yaitu masyarakat. Karena sosialisasi
kepada masyarakat sangatlah dibutuhkan, sebab suatu produk perencanaan itu
harus bisa sejalan dengan masyarakat dan salah satu aspek terpenting dalam
penyusunan produk perencanaan, yaitu masyarakat harus mengetahui serta memahami
gambaran visual sebuah produk perencanaan yang akan dibuat agar perencanaan ini
bisa dilaksanakan. Mengapa seorang Planner harus mengetahui latar belakang
masyarakat? Karena latar belakang yang beragam tersebutlah serta kurangnya pemahaman
dan pengetahuan mengenai suatu produk perencanaan maka ini menjadi sebuah
tantangan sendiri untuk seorang planner. Karena itulah seorang Planner harus
mampu berfikir kreatif dan imajinatif agar informasi yang ingin disampaikan
seorang planner bisa cepat dipahami dan dimengerti oleh masyarakat tersebut.
Karena itulah, produk perencanaan bukan hanya sebuah peta. Bahkan masih banyak
jenis lainnya yang diantaranya, sketsa, poster, iklan, bahkan hingga sebuah
peta 3 dimensi yang bisa lebih mudah mempresentasikan dari produk perencaan
yang sesungguhnya. Kesimpulannya, bahwa seorang Planner harus kreatif karena
sebuah produk perencanaan diperuntukkan kepada masyarakat, sebab itulah seorang
plnner harus bisa mempresentasikan sebuah produk perencanaan tersebut bisa
dimengerti dan dipahami oleh masyarakat itu.
Dalam proses pembuatan produk perencanaan pastinya ada beberapa software penunjang yang akan digunakan dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan tersebut. Apa saja software yang digunakan dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan ? Yang pertama adalah ArcGIS. ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI
(Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi
fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS
desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh
ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop,
dimana arcgis desktop merupakan software GIS professional yang
komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu :
ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif,
pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data
spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS
termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing). ArcGIS yang digunakan disini adalah ArcGIS 10.1 atau 10.2 . Jadi fungsi ArcGIS dalam memvisualisasikan sebuah produk perencanaan adalah untuk pemetaan suatu daerah. Dalam ArcGIS ini software yang paling sering digunakan adalah ArcMap yang merupakan software utama untuk kebanyakan proses GIS dan
pemetaan dengan komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk
visualisasi, membangun database spasial yang baru, memilih (query),
editing, menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan tampilan
akhir dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan
oleh ArcMap diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa
sig (analyzing), presenting result, customizing data dan programming.
Gambar Penggunaan ArcGIS dalam Visualisasi Perencanaan
Lalu yang kedua adalah AutoCad yang merupakan program aplikasi yang digunakan untuk bidang Computer Aided Desing/Drafting (CAD).
Kecepatan dan kemudahan membuat atau memodifikasi obyek gambar dengan
memnggunakan AutoCAD merupakan keunggulan utama daripada melakukannya
dengan cara manual. Karena kemudahannya dalam memodifikasi suatu obyek gambar, maka sangat cocok jika disaat merancang sebuah produk perencanaan Autocad sangat tepat digunakan disaat seorang planner ingin menglayout wilayah tempat yang ingin dibangun tersebut. Banyaknya fitur-fitur yang mendukung inilah, para Planner biasanya sebelum ia menggunakan software ArcGIS, mereka terlebih dahulu menggunakan Autocad untuk menglayout wilayah tersebut. Jika disini Autocad yang digunakan adalah Autocad 2009. Lalu ada Sketchup yang merupakan salah satu dari sekian banyak software yang berfungsi untuk
membuat gambar 3D (3 dimensi). Sketchup dapat digunakan oleh
praktisi-praktisi dibidang arsitektur, sipil, pembuat film, pengembang
game, desainer grafis, bahkan ilustrator untuk menciptakan gambar 3d
sesuai kebutuhan. Perbedaan SketchUp dibanding software-software
3D lain adalah user friendly, artinya SketchUp didesain familiar dan
mudah digunakan oleh siapapun tanpa harus menguasai teknik-teknik yang
rumit dan penuh perhitungan. Keunggulan lain adalah output yang dapat
dihasilkan SketchUp dapat kita ubah menjadi beraneka ragam karakter
gambar. Mulai dari gambar 2D vector, 3D realistis, ataupun gambar yang
sangat menyerupai sketsa tangan. Sebab itulah mengapa planner menggunakan Sketchup, karena disaat seorang Planner telah selesai membuat layouting di Autocad, lalu memasukkan data di ArcGIS dan langkah selanjutnya adalah membuat peta tersebut nampak seperti 3D (dimensi). Agar bisa dilihat daerah yang ingin dikembangkan tersebut dapat dilihat disemua sudut pandang. Itulah mengapa Sketchup juga sangat penting untuk para planner. Dan yang terakhir adalah CorelDraw dimana fungsinya adalah sebuah software yang melakukan editing pada garis vektor. Corel draw memiliki kegunaan untuk mengolah
gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan dalam bidang
publikasi atau percetakan ataupun pekerjaan di bidang lain yang
membutuhkan proses visualisasi. Fungsi CorelDraw disini adalah untuk para Planner mendesain poster perencanaan mereka. Karena langkah terakhir para planner untuk mempromosikan produk pengembangannya salah satunya lewat poster. Didalam CorelDraw inilah para Planner bisa mendesain sebuah poster yang menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Didalam sebuah poster haruslah mencakup semua aspek yang pernah kita buat sebelumnya. Hingga menjadi sebuah produk perencanaan.
Gambar Poster Hasil Produk Perencanaan
Itulah sekiranya yang bisa saya ungkapin dalam blog saya ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan artikel ini. Terima Kasih udah mengunjungi Blog Saya. Sampai jumpa dilain Waktu. See Ya ^_^ ^_^
Sumber Referensi :
https://geogeoan.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-peta-menurut-ahli.html
http://www.radarplanologi.com/2015/11/hierarki-produk-perencanaan-tata-ruang-di-Indonesia.html
http://www.radarplanologi.com/2015/11/hierarki-produk-perencanaan-tata-ruang-di-Indonesia.html





